Apa Itu Influencer Marketing?

pengertian influencer marketing

Apa Itu Influencer Marketing dan Bagaimana Marketer Menggunakannya Secara Efektif?

Influencer Marketing bukanlah hal baru. Sudah ada selama bertahun-tahun. Namun bagi pendatang baru di dunia marketing tentu masih banyak yang bertanya-tanya apa itu influencer marketing yang sesungguhnya.

Akhir-akhir ini influencer marketing menjadi topik hangat bagi marketer – mungkin karena kita menyadari betapa berpengaruhnya hal itu, terutama sebagai alternatif dari iklan tradisional yang makin mahal dan tidak efisien. Yan lebih penting lagi, konsumen tidak suka setiap hari melihat banyak iklan dan pesan marketing yang kurang kredibel.



Apa Itu Influencer?

Dalam Bahasa Indonesia, influencer artinya orang yang mempunyai pengaruh atau mampu mempengaruhi banyak orang lain.

Ad sebuah kesalahpahaman tentang makna influencer. Banyak orang beranggapan bahwa influencer itu adalah seseorang yang memiliki banyak follower di media sosial.

Pemahaman tersebut membingungkan makna antara pengaruh dengan popularitas. Tindakan mempengaruhi membutuhkan hasil khusus yaitu perubahan dalam pemikiran atau perilaku.

Olehnya itu, influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi persepsi orang lain atau membuat mereka melakukan sesuatu yang berbeda.

Ketika menerapkan definisi tersebut untuk marketer, influencer adalah seseorang yang membantu orang lain membeli produk atau layanan Anda.

Bagaimana mereka melakukanhal itu? Influencer harus memiliki kombinasi tiga faktor utama yaitu jangkauan, kredibilitas kontekstual dan keahlian menjual. Semakin tinggi ketiga faktor ini, semakin tinggi potensi pengaruh dari seorang individu .

  • Jangkauan: kemampuan mereka untuk menyampaikan pesan kepada sejumlah besar orang. Ini bisa termasuk pembaca dari sebuah publikasi, pemirsa dari pembawa acara TV atau jumlah pengikut sosial yang dimiliki seseorang. Jangkauan itu memang penting tetapi belumlah cukup. Mereka yang memiliki jangkauan kecil tetapi kredibilitas tinggi dan keahlian menjual disebut micro-influencers.
  • Kredibilitas kontekstual: tingkat kepercayaan dan otoritas yang diberikan oleh pemirsa berdasarkan pengetahuan dan keahlian influencer yang berpengaruh pada topik tertentu. Seorang koki profesional akan memiliki kredibilitas tinggi dalam merekomendasikan makanan tetapi kredibilitas rendah dalam politik, misalnya.
  • Salesmanship: gaya kehadiran dan komunikasi yang memberikan influencer kemampuan untuk memahami dan merangkul sudut pandang tertentu. Ada beberapa orang yang tampaknya memiliki kekuatan luar biasa untuk meyakinkan orang tentang sudut pandang mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk menjelaskan berbagai hal dengan cara yang meyakinkan, jelas dengan pesan-pesan mereka dan menyampaikan sudut pandang mereka dengan percaya diri.

Bagaimana Menjalankan Influencer Marketing dengan Benar?

Cara paling sederhana untuk bekerja dengan influencer adalah dengan membayar mereka. Pengiklan telah menggunakan selebriti dalam kampanye pemasaran mereka selama beberapa dekade.



Marketer pada dasarnya meminjam kredibilitas dan keakraban mereka untuk menjual suatu produk. Ini adalah taktik yang mungkin berhasil, tetapi ini bukan apa yang kita definisikan sebagai influencer marketing – hal ini lebih dikenal sebutan erdorse artis. Konsumen sudah tahu bahwa artis atau atlet dibayar untuk mempromosikan suatu produk, sehingga efektivitasnya terbatas.

Cara lain untuk bekerjasama dengan influencer adalah meminjam jangkauan mereka. Inilah cara sebagian besar digunakan oleh marketing dalam menjalankan kampanye influencer marketing saat sekarang ini.

Mereka mencari seseorang yang memiliki banyak pengikut Instagram dan membayar mereka untuk mengiklankan suatu produk. Ini adalah iklan yang benar-benar disponsori dan tidak memaksimalkan peluang influencer marketing.

Influencer marketing terbaik tidak melibatkan kompensasi finansial. Sebaliknya, mereka membutuhkan pemahaman bahwa influencer ingin diakui, memiliki akses ke informasi dan menjadi yang pertama mengetahui berita apa pun di bidang mereka – mereka membutuhkan ini untuk memperkuat pengaruh mereka.

Influencer marketing yang baik berpusat pada membangun hubungan pribadi yang tulus dengan influencer dan berbagi informasi yang berguna, unik, eksklusif atau awal.

Berita baiknya adalah influencer ingin tahu. Seorang marketer dengan produk yang menarik dan bermanfaat seharusnya tidak memiliki masalah dalam mencari informasi dan pengetahuan tentang nilai bagi seorang influencer.

Tujuan Influencer Marketing Adalah Advokasi

Influencer marketing harus jujur ​​dan otentik. Influencer berbicara tentang produk Anda bukan karena mereka dibayar untuk melakukannya, tetapi karena mereka memang menginginkanya – karena mereka berpandangan bahwa perusahaan Anda menarik dan informasi tersebut berguna bagi audiens mereka.

Karena itu, influencer marketing membutuhkan waktu, dedikasi dan fokus, dan harus transparan dan jujur. Seorang influencer akan berbicara tentang hal baik dan buruk dari produk Anda. Tetapi mereka akan melakukannya dengan cara yang jauh lebih kredibel dan bermanfaat daripada yang bisa dilakukan iklan mana pun.

Ketika dilakukan dengan benar, influencer marketing adalah pengganda: dengan memanfaatkan jangkauan, kredibilitas dan keahlian menjual dari komunitas influencer untuk menganjurkan produk Anda kepada konsumen, dan hal itu menghasilkan kesadaran, peningkatan persepsi dan tindakan pembelian.

Credit to Forbes.com

Author:
Sukri Sudin merupakan founder dari IndonesiaDigitalMarketing.com dan Ngiklan.id. Memiliki passion di bidang web design, digital marketing dan business development. Pekerja keras, pantang menyerah dan menyukai hal-hal baru. Kontak via WA: 0811-951-9455.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×